LONG DISTANCE LOVE
@07.00 am
“sayang bagunlah..!! Sudah pagi”
Aku mengirimkan pesan keseseorang yang jauh di sana.
Klenting...
Suara ponselku menandakan pesan masuk.
“pacarku, apa tidurmu nyenyak ?”
“iya, sekarang kau mau meminum kopi pagimukan?”
“iya saat ini aku sedanga meminumnya”
“Jangan menahan lapar, Cuma karena kau sibuk”
percakapan di pesan ini berlanjut.
“tapi, aku sedang makan sup sambil memikirkanmu”
balasannya ini benar-benar menggelikan.
“hari ini aku akan keluar menggunakan sepatu yang kau
beli”
“sudah jelas, aku tak tahu siapa yang memilihkannya
saat itu, tapi yang pasti warnanya sangat cantik”, “aku baru saja mengirimkan
pesan yang mengatakan ‘aku cinta kamu’ ”.
“kita akan selalu bersama kan?” balasku lagi
“iya aku janji”.
Seperti inilah kami menjalani hubungan cinta kami, selama
tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh, kami bahkan tidak percaya dengan
kata-kata ‘jauh di mata, jauh juga di hati dan pikiran’.
@esokharinya 07.30am
“sayang, kau sedang apa?”
“ah maaf, bisakah kau menghubungi nanti ? Aku sedang
sibuk”
“ah baiklah aku mengerti”
Aku tidak pernah bertanua apa puntentangnya,
mencurigainya, dan hal-hal lain yang membuatnya rak nyaman. Karena kami saling
percaya, dan mencintai, dan sebenarnya hari ini adalah hari jadi kami yang
ke-1000.
@16.30am
Saat ini aku berada di tempat yoga, aku menjadi
instruktur yoga disini.
Hari ini bahkan aku takbisa fokis sedikitpun, mataku
selalu melihat ke arah ponselku, benar-benar! Dia bilang akan menghubungku tapi
sampai saat ini tidak ada satu pesanpun yang masuk.
Apa aku mencoba untuk menghubunginya ?
Tidak aku rasa dia masih sibuk
Tapi kapan dia akan menghubungiku
Hatiku benar-benar dilema ingin menghubunginya atau
menunggunya yang menghubungiku.
“baiklah, aku akan menghubunginya”
Tut..tut..tut..tut...
Suara diponselku menunggu jawaban darinya.
“hallo?” jawaban dari ponsel, tapi suaranya berbeda,
itu bukkan suara seseorang yang ku kenal, melainkan suara seorang perempuan.
Siapa dia ? Kenapa ponsel ini ada ditangannya ?
“ha..hallo?” bawabku mencoba mencari tahu.
“pemilik ponsel ini sedang mandi sekarang, kau siapa
?”
Tanpa membalas perkataannya aku menutup panggilanku
begitu saja.
Aku merasa bingung, dan tak tahu apa yang sedang terjadi
ini benar-benar sangat membuatku terkejut.
Sore ini aku hanya duduk di ruang yoga tanpa melakukan
apapun, mencobaa mengerti, dan berpikir apa yang terjadi beberapa saat yang
lalu.
“kak shin hye? Ada apa denganmu, apa kau baik-baik
saja” tanya juniorku
“aku baik-baik saja, aku hanya lelah”
“hemm, benarkah ? Baiklah kalau begitu”
Beberapa saat setelah itu aku memutuskan untuk kembali
ke rumah.
Beberapa hari telah berlalu, tapi sampai saat ini aku tidak
menghubunginya, bahkan diapun tak menghubungiku. Sampai saat inipun aku masih
belum mengerti apa yang terjadi. Setelah lama memikirkan semuanya, aku memutuskan
untuk pergi menemuinya, setidaknya kita harus bicara, itu adalah hal yang lebih
baik.
Akupun berpikir untuk tidak memberitahunya jika aku
akan pergi ke tempatnya berada.
@korea
Setelah aku kembai ketempat kelahiranku kini, aku
langsung bersiap menuju ketempatnya berada, aku berjalan menuju rumahnya.
Beberapa saat sebelum ku sampai pemandangan yang tak ingun kulihatpun akhirnya
kulihat langsung dengan kedua mata ini, Dia bersama dengan seorang wanita,
jantungku berdedak sangat kencang tanpa berpikir dua kali aku pun meninggalkan
tempat itu.
Aku berjalan dengan cepat semakin menjauh dari
rumahnya, terus berjalan menjauh samapai aku berhenti, aku mencoba mencari
ponselku di dalam tas, danenghubungi no ponselnya.
“sebaiknya.. ayo kita berpisah”
Setelah mengatakan hal itu aku laangsung mematikan
panggilan melalui ponselku.
Aku masih menelusuri jalan ini, tanpa berpikir ingin
kembali pulang kerumah. Setiap jalan yang aku lewati mengingatkanku dengannya
mulai dari makanan pinggir jalan, toko sepatu, dan beberapa orang yang lewat.
Saat ini matahari telah terbenam, aku melihat beberapa
kembang api di awan yang hitam. Hal yang paing menyebalkan adalah, dimana
kembang api itu juga mengingatkanku padanya.
Beberapa saat tanpaku inginkan air mata ini mengalir
bengitu saja membasahi kedua pipiku.
Klenting
Bunyi menandakan pesan masuk
“apa yang kau maksud kita berpisah”
“kenapa kau, tak menjawab panggilanku?”
“apa yang sebenarnya terjadi”
Banyak sekali pesan masuk darinya, tapi aku tidak memiliki
keinginan untuk membalas pesan itu.
Aku berjalan menuju tepi sungai, melihat cahaya lampu
kota, dan kembang api yang melukis angkasa, aku melihat jari tanganku, melihat
ke arah benda yang belingkar di jari ini. Aku memegang benda bulat ini, benda
bulat yang aku pakai dengannya.
Aku mencoba untuk melepaskan cincin yang melingkar di
jariku ini.
“mau membuangnya ?” kata seseorang di belakangku.
Aku tak mampu untuk menoleh melihatnya
“iya.. tapi.. aku mencoba melepasnya, Tapi
menjengkelkan karena sangat sulit melakukannya” aku menjawab dengan air mata
yang mengalir, saat ini aku tidak mampu mengontror emosiku sendiri.
Tiba-tiba aku terkejut merasakan kehangatan, dia.. memberikanku
perasaan hangat dengan pelukaannya dari belakang. Aku pun masih menangis tapi
saat ini menangis dengan diam
“jangan melepaskannya, cinvin itu dan juga aku”
Setelah kejadian itu saat ini aku berjalan pulang
dengannya, bergandengan tangan dengannya.
“sebenarnya, siapa wanita itu ?”
“junior”
“junior? Bukannya pacar ?”
“mana mungkin? Kau adalah kekasihku”
“dulu aku juga juniormu”
“ bagiku kau selalu terlihat sebagai wanita”
“benarkah?”
“aku mencitaimu, dan taukah kau aku sangat lelah hari
ini karena kau ?”
“tidak tahu.. dan tidak tahu”
Hari ini jesalahpahaman diantara kita berakhir dan
kami menjalin hubungan dari awal.
untuk melihat vidio klik disini
#cerita ini di buat untuk memenuhi tugas TIK, semua alur dan dialog di ambil dari vidio tersebut, tapi ada beberapa yang ditambah dan diganti.
sebenarnya cukup sulit membuat cerita untuk tugas ini, katena cerita dan vidio harus sama, itu yang dikatakan temanku, kenapa teman dan bukan dosen ? karena aku tak berangkat saat kuliah TIK di hari pemberian tugas karena urusan keluarga. karena itu aku membuat cerita dengan melihat vidio tersebut. jadi mohon jangan mengatakan saya pelagiat. okeh ? :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar